Jumat, 18 Desember 2015

ASPEK-ASPEK SOSIAL BUDAYA YANG BERKAITAN DENGAN PRATEK PERKAWINAN, KEHAMILAN, PERSALINAN, NIFAS DAN BAYI BARU LAHIR

ASPEK-ASPEK SOSIAL BUDAYA YANG BERKAITAN DENGAN PRATEK PERKAWINAN, KEHAMILAN, PERSALINAN, NIFAS DAN BAYI BARU LAHIR
A.    Aspek sosial budaya pada setiap perkawinan
      Menurut aspek budaya faktor pendukung keberhasilan penyesuaian perkawinan mayoritas subjek terletak dalam hal saling memberi dan meneri cinta, ekspresi aspek saling menghormati dan menghargai, saling terbuka antara suami istri. Serta kemampuan menghadapi dan menyikapi perbedaan yang muncul, sehingga kebahagian dalam hidup belum tangga akan tercapai.
      Sedangkan menurut aspek sosial budaya faktor penghambat yang mempersulit penyesuaian perkawinan mayoritas subjek terletak dalam hal baik suami maupun istri tidak bisa menerima perubahan istri tidak berinisiatif menyerlesaikan maslah. Perbedaan budaya dan agama diantara suami dan istri, suami dan istri tidak tahu peran dang tugasnya dalam rumah tangga.

B.     Aspek sosial budaya setiap trisemester kehamilan
perawatan kehamilan merupakan salah satu faktor yang amat perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya komplikasi dan kematian ketika persalian disamping itu juga menjaga kesehatan janin dan menjaga.
Pertumbuhan, hal yang menyebabkan adanya kelainan/ kecacatan pada bayi lahir adalah sebagai berikut :
·         Sikap masyarakat Indonesia yang tidak peduli terhadap kehamilan
·         Pendidikan yang rendah
·         Kurangnya informasi/pengetahuan
·         Faktor nikah usia mudah
·         Masalah gizi
·         Melahirkan dengan dukun
·         Faktor kepercayaan/ budaya dimasyarakat

C.     Aspek sosial budaya selama persalinan kala I, II, III, IV
Kelancaran persalinan sangat tergantung faktor mental dan fisik si ibu :
1.      Faktor fisik berkaitan dengan bentuk panggul yang normal dan seimbang dengan besar bayi
2.      Faktor mental berhubungan dengan psikologis ibu terutama kesiapanya dlam melahirkan. Bila ibu takut dan cemas, bisa saja persalinanya jadi tidak lancar hingga harus diopresi. Ibu dengan mental yang siap bisa mengurangi, rasa sakit yang terjadi selama persalinan.
3.      Faktor lainyang juga harus diperhatikan yaitu riwayat kesehatan ibu, apakah perna menderita diabetes hipertensi/ sakit lainnya.

D.    Aspek sosial budaya dalam masa nifas
Masa nifas merupakan salah satu masa yang penting dalam suatu tahap pada kehidupan seorang perempuan adapun berbagai macam aspek sosial budaya pada masa nifas baik di masyarakat desa maupun kota.
1.      Pada masyarakat kota
·         Pada masa nifas ibu dilarang tidur siang
·         Pada masa nifas dan saat menyusui, ibu harus puasa tidak makan yang padat setelah waktu maghrib

E.     Aspek sosial budaya yang berkaitan dengan BBI
Seseorang bayi yang baru lahir umumnya mempunyai berat sekitar 2.7-3.6 kg dengan pajang 33-45 cm tetapi ia akan kehilangan sampai 10% dari berat tubuhnya dalam hari-hari setelah melhirkan
berkaitan dengan harapan hidupnya, BBI di  bedakan dalam 3 kelompok :
1.      BBLR, berat lahir 1500-2500 gram
2.      BBLSR, berat lahir 1000-1500 gram
3.      BBLER, berat lahir < 1000 gram
BBLR dipengaruhi dari beberapa faktor
1.      Umur ibu, umur kehamilan, parifos, BB dan TB status gizi(Nutrisi), anemia, kebiasaanya minum alkohol dan merokok dll
2.      Kehamilan kembar dan kelainan bawaan pada janin
3.      Pendidikan dan pengetahuan ibu, pekerjaan dan status sosial, ekonomi budaya(lingkungan)
4.      Pelayanan kesehatan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar