Jumat, 18 Desember 2015

Konsep budaya dan perkembangan sosial budaya masyarakat Indonesia

Konsep budaya dan perkembangan sosial budaya masyarakat Indonesia
Ø  Kebudayaan
adalah peradapan yang mengandung pengertian yang luas meliputi pemahaman.

Ø  perkembangan sosial budaya yang ada di Indonesia
posisi Indonesia terletak di persimpangan dua samudra (Hindia dan Pasifik) dan dua Benua ( Asia dan Australia), yang sejak dahulu merupakan daerah perlintasan dan pertemuan berbagai macam agama dan ideologi serta kebudayaan.

Ø  Terdapat 5 lapisan perkembangan sosial budaya Indonesia
1.      Lapisan sosial budaya lama dan asli.
2.      Lapisan keagamaan dan kebudayaan.
3.      Lapisan yang datang dengan agama islam.
4.      Lapisan yang datang dari Barat.
5.      Lapisan kebudayaan Indonesia yang dimulai kesadaran bangsa.
Ø  Konsep masyarakat Sdan sosial budaya masyarakat
ada sejumlah kekuatan yang mendorong terjadinya perkembangan sosial budaya masyarakat Indonesia.
1.      Factor internal
Kekuatan dari dalam masyarakat sendiri seperti pergantian generasi.

2.      Factor External
kekuatan dari luar masyarakat seperti kontak-kontak antara budya(Cultur Contact)setiap perubahan yang terjadi akan menimbulkan problem kontra terhadap masyarakat atau bangsa yang bersangkutan.
Ø  Perbedaan kehidupan masyarakat perkotaan dan pedesaan
1.      Dalam masyarakat, dibedakan antara masyarakat pedesaan(Rural Community) dan masyarakat perkotaan (Curban Community). Berapa pun kecilnya suatu desa, pasti ada pengaruh-pengaruh dari kota.

2.      Kita dapat memebedakan antara masyarakat desa dan masyarakat kota yang masing-masing punya karateristik tersendiri, sistem yang mandiri, dengan fungi-fungsi sosial.

3.      Perbedaan masyarakat pedesaan dan kota

Masyarakat pedesaan
Masyarakat kota
1      Perilaku homogen
1)      Perilaku Heterogen
2.      Perilaku yang didasari oleh konsep kekeluargaan dan kebersamaan
2)      Perilaku yang dilandasi oleh konsep pengandalan diri dan kelembagaan
3.      Perilaku yang beriortasi pada tradisi dan status isolasi, sehingga statis.
3)      Perilaku yang berioritas pada rasionalitas dan fungsi mobilitas sosial, sehingga dinamik.
4.      Kesatuan dan keutuhan kultural banyak ritual dan nilai-nilai sakral kolektifisme.
4)      Pembaruan dan diversifikasi kultural biokrasi fungsional dan nilai-nilai secular di vidualisme.
4.      Masyarakat pedesaan mempunyai hubungan yang lebih erat danlebih mendalam ketimbang hubungan mereka dengan warga masyarakat perkotaan lainnya.

5.      Golongan orang-orang tua pada masyarakat pedesaan umumnya memegang peran penting.

6.      Ciri-ciri petunjuk untuk membedakan antara desa dan kota
·         Jumlah dan kepadaatan penduduk.
·         Lingkungan hidup
·         Mata pencarian.
·          Corak kehidupan sosial.
·         Statifikasi sosial.
·         Mobilitas sosial.
·         Pola interaksi sosial.
·         Solidaritas sosial.
·         Kedudukan dalam hiereki sistem administrasi nasional.
Masyarakat dan kebudayaan Indonesia yang beraneka ragam tidak perna berhenti sebagi pewujutan tanggapan aktif masyarakat terhadap tantangan yang timbul akibat perubahan lingkunagan dalam arti luas maupun pergantian generasi.
            Masyarakat perkotaan dan pedesaan memiliki perbedaan dalam segi kehidupan, bisa dilihat dari jumlah penduduk, lingkungan hidup, mata pencarian, dan lain-lain sebagainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar