Konsep budaya dan
perkembangan sosial budaya masyarakat Indonesia
Ø Kebudayaan
adalah peradapan yang mengandung pengertian yang luas meliputi pemahaman.
adalah peradapan yang mengandung pengertian yang luas meliputi pemahaman.
Ø perkembangan
sosial budaya yang ada di Indonesia
posisi Indonesia terletak di
persimpangan dua samudra (Hindia dan Pasifik) dan dua Benua ( Asia dan
Australia), yang sejak dahulu merupakan daerah perlintasan dan pertemuan
berbagai macam agama dan ideologi serta kebudayaan.
Ø Terdapat
5 lapisan perkembangan sosial budaya Indonesia
1. Lapisan
sosial budaya lama dan asli.
2. Lapisan
keagamaan dan kebudayaan.
3. Lapisan
yang datang dengan agama islam.
4. Lapisan
yang datang dari Barat.
5. Lapisan
kebudayaan Indonesia yang dimulai kesadaran bangsa.
Ø Konsep
masyarakat Sdan sosial budaya masyarakat
ada sejumlah kekuatan yang mendorong terjadinya perkembangan sosial budaya masyarakat Indonesia.
ada sejumlah kekuatan yang mendorong terjadinya perkembangan sosial budaya masyarakat Indonesia.
1. Factor
internal
Kekuatan
dari dalam masyarakat sendiri seperti pergantian generasi.
2. Factor
External
kekuatan dari luar masyarakat seperti kontak-kontak antara budya(Cultur Contact)setiap perubahan yang terjadi akan menimbulkan problem kontra terhadap masyarakat atau bangsa yang bersangkutan.
kekuatan dari luar masyarakat seperti kontak-kontak antara budya(Cultur Contact)setiap perubahan yang terjadi akan menimbulkan problem kontra terhadap masyarakat atau bangsa yang bersangkutan.
Ø Perbedaan
kehidupan masyarakat perkotaan dan pedesaan
1. Dalam
masyarakat, dibedakan antara masyarakat pedesaan(Rural Community) dan
masyarakat perkotaan (Curban Community). Berapa pun kecilnya suatu desa, pasti
ada pengaruh-pengaruh dari kota.
2. Kita
dapat memebedakan antara masyarakat desa dan masyarakat kota yang masing-masing
punya karateristik tersendiri, sistem yang mandiri, dengan fungi-fungsi sosial.
3. Perbedaan
masyarakat pedesaan dan kota
Masyarakat pedesaan
|
Masyarakat kota
|
1
Perilaku homogen
|
1)
Perilaku Heterogen
|
2.
Perilaku yang didasari oleh konsep kekeluargaan
dan kebersamaan
|
2)
Perilaku yang dilandasi oleh konsep pengandalan
diri dan kelembagaan
|
3.
Perilaku yang beriortasi pada tradisi dan status
isolasi, sehingga statis.
|
3)
Perilaku yang berioritas pada rasionalitas dan
fungsi mobilitas sosial, sehingga dinamik.
|
4.
Kesatuan dan keutuhan kultural banyak ritual dan
nilai-nilai sakral kolektifisme.
|
4)
Pembaruan dan diversifikasi kultural biokrasi
fungsional dan nilai-nilai secular di vidualisme.
|
4. Masyarakat
pedesaan mempunyai hubungan yang lebih erat danlebih mendalam ketimbang
hubungan mereka dengan warga masyarakat perkotaan lainnya.
5. Golongan
orang-orang tua pada masyarakat pedesaan umumnya memegang peran penting.
6. Ciri-ciri
petunjuk untuk membedakan antara desa dan kota
·
Jumlah dan kepadaatan penduduk.
·
Lingkungan hidup
·
Mata pencarian.
·
Corak kehidupan sosial.
·
Statifikasi sosial.
·
Mobilitas sosial.
·
Pola interaksi sosial.
·
Solidaritas sosial.
·
Kedudukan dalam hiereki sistem administrasi
nasional.
Masyarakat dan
kebudayaan Indonesia yang beraneka ragam tidak perna berhenti sebagi pewujutan
tanggapan aktif masyarakat terhadap tantangan yang timbul akibat perubahan
lingkunagan dalam arti luas maupun pergantian generasi.
Masyarakat perkotaan dan pedesaan memiliki perbedaan
dalam segi kehidupan, bisa dilihat dari jumlah penduduk, lingkungan hidup, mata
pencarian, dan lain-lain sebagainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar