Jumat, 18 Desember 2015

mengaplikasikan penerapan norma dalam praktik budaya dalam kehidupan seksualitas dan reproduksi

MENGAPLIKASIKAN PENERAPAN NORMA DALAM PRAKTIK BUDAYA DALAM KEHIDUPAN SEKSUALITAS DAN PRODUKSI
A.    Norma
norma berasal dari bahasa latin, yakni norma, yang bearti pengikut atau siku-siku, suatu alat perkasa yang digunakan oleh tukang kayu
atau norma juga dapat di artikan sebagai pedoman, ukuran, atau kebiasaan.
jadi, norma ialah sesuatu yang dipaka untuk mengatur sesuatu yang lain atau sebuah ukuran.

B.     Nilai
Nilai pada dasarnyamerupakan kajian filsafat, khusunya bidang filsafat yang disebut aksiologi.
jadi, nilai merupakan keputusan yang dapat menyatakan berguna atu tidak berguna, benar atau tidak benar,indah atau tidak indah, baik atau tidak baik dan seterusnya.

C.  Praktik budaya
adalah norma-norma dalam kebudayaanyang harus dihormati oleh seorang individu maupun berkelompok, dimana salah satu ketika seseorang melanggarnya maka ia akan menerima sangsi baik itu secara halus maupun secara kasar.

D.  Seks
Adalah perbedaan badani atau biologis perempuan dan laki-laki, yang sering disebut jenis kelamin yaitu penis untuk laki-lakidan vagina untuk perempuan.
Seksualitas, menyangkut berbagai dimensi yang sangat luas, yaitu dimensi biologis, sosial, perilaku dan kultur.

E.     Perilaku seksual
1.      Perilaku seks aman(Touching)
2.      Anal seks.
3.      Biseksual.
4.      Homoseksual dan Lesbi
5.      Oral Seks.
6.      Masturbasi.
7.      Berciuman( Kissing)
8.      Bercumbu berat(peting)
9.      Hubungan seks.

F.      Reproduksi
1.      Sistem reproduksi pria.
·         Sistem reproduksi pria dikenal dengan penis
·         Organ reproduksi pria
o   Luar(penis, buah zakar, skrotum)
o   Dalam (testis, saluran reproduksi)
2.      Sistem reproduksi wanita
·         Sistem reproduksi wanita dikenal dengan vagina
·         Organ reproduksi wanita
o   Luar (vulva, payudara)
o   Dalam 9ovarium, uterus, Vagina)

G.    Norma dan praktik budaya dalam kehidupan seksualitas
Norma-norma dan praktik budaya dalam kehidupan seksualitas, dimana sesorang mengalami gangguan dan keterkaitan terhadap suatu kelainan akibat trauma.
Kehidupan seksualitas yang kurang di hormati di kalangan masyarakat, baik itu melalui pergaulan bebas di kalangan remaja, homoseksualitas, dan bankan kelaina-kelainan seksualitas lainnya yang banyak dilanggar oleh sebagian orang.

H.    Aspek sosial budaya yang berhubungan dengan kesehatan ibu
·         Budaya terhadap pantang terhadap makanan tertentu yang mestinya sangat dibutuhkan.
·         Sebagian besar ibu-ibu masih berpandangan”makan” itu yang penting kenyang tanpa memeperhatikan nilai gizi
·         Kurangnya pengetahuan ibu tentang cara pemilihan jenis? Bahan makanan, cara memasak dan cara penyajian secara serasi.

I.       Aspek sosial budaya yang behubungan dengan kesehatan anak
·         Anka kematian bayi masi tinggi dari jumlah kelahiran bayi hidup
·         Kurangnya pemenuhan nutrisi bagi anak dan bayi karena memprioritaskan ayah, sebab ayah adalah pencari nafka
·         Jenis kematian disebabkan oleh jenis penyakit B.3I anata lain Tetanus, Campak, Pertusis, dan sebab lain yaitu BBLR.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar